Tampilkan postingan dengan label linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label linux. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 Maret 2011

Panduan Installasi Linux Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex pada CD Alternate

Panduan Installasi Linux Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex pada CD Alternate sangat mudah, pertama masukkan CD Installasi Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex ke dalam drive CD-ROM dan pastikan sudah mengeset BIOS dengan mode first booting melalui CD-ROM maka akan muncul layar sebagai berikut :
002
Secara default akan memilih pilihan bahasa yaitu Bahasa Inggris (English) kemudian tekan ENTER maka akan muncul tampilan layar boot menu Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex
01
Pilih “Install Ubuntu” untuk melakukan installasi Linux Ubuntu.
Selanjutnya akan di minta menentukan pilihan bahasa selama melakukan installasi.
02
Selanjutnya akan muncul pilihan negara lokasi dimana anda tinggal saat ini, untuk memilih negara Indonesia, pilih Other ===> Asia ====> Indonesia. Memilih negara yang sesuai, akan mempengaruhi repository terdekat yang akan anda gunakan (default).
03
Kemudian muncul tipe pilihan keyboard yang akan anda gunakan, jika di pilih “Yes” maka akan di minta untuk menekan beberapa tombol karakter keyboard yang anda miliki. Jika memilih “No” maka anda bisa memilih type keyboard dari daftar yang di berikan. Dan agar lebih cepatnya sebaiknya pilih “No” kemudian tekan ENTER.
04
Selanjutnya installer Ubuntu akan melakukan loading tool-tool dan paket yang di perlukan untuk melakukan pendeksian hardware, seperti proses berikut di bawah ini.
05
Kemudian installer ubuntu pertama kali akan medeteksi kartu jaringan (Network Ethernet Card) yang sudah terpasang di PC anda. Klik Continue untuk melanjutkan.
06
Maka akan muncul halaman hostname untuk menentukan nama komputer yang di inginkan, dalam hal ini adalah “server1”. Kemudian klik Continue atau ENTER untuk melanjutkan.
07
Berikutnya adalah menentukan Time Zone, jika di awal pemilihan negara di pilih Indonesia, maka akan muncul empat pilihan Time Zone sebagai berikut :
Waktu Jakarta = +7, Waktu Pontianak = +8, Waktu Makassar = +9, Waktu Jayapura = +10
08
Tekan ENTER untuk memilihnya, kemudian tahap berikutnya adalah pembagian harddisk (Partition Disks). Ada beberapa metode dalam melakukan partisi Harddisk.
partition
Jika sudah selesai melakukan partisi harddisk dengan benar dan sudah sesuai yang diinginkan, Pilih “Done setting up the partition” kemudian klik tombol ENTER dari keyboard.
Kemudian akan muncul halaman konfirmasi, apakah benar-benar yakin akan melakukan partisi harddisk, dan jika sudah yakin pada pertanyaan “ Write the changes to disks?” pilih “Yes” kemudian tekan tombol ENTER dari keyboard.
15
Tunggu beberapa saat, installer ubuntu akan melakukan installasi paket-paket dari sistem ubuntu
16
Dan selanjutnya akan di minta untuk memberikan nama lengkap user yang di inginkan, dalam hal ini nama usernya adalah “Administrator”
17
Selanjutnya akan di minta untuk mengetikkan akun user yang di inginkan yang nantinya akan di gunakan untuk login ke sistem Linux ubuntu. Dalam hal ini user account “administrator”
18
Kemudian masukkan password untuk user account administrator tadi, bisa menggunakan kombinasi huruf dan angka atau apapun dan sebaiknya yang mudah mengingatnya.
19
Masukkan sekali lagi password yang sama untuk user account administrator tadi
20
Kemudian akan di tanya apakah akan membuat sebuah folder khusus yang di enkripsi di dalam direktori home anda yang yang hanya bisa akses oleh anda saja. Jika di pilih “Yes” akan di minta memasukkan passphrase untuk melindungi direktori tersebut dari orang lain yang tidak berkepentingan. Sebaiknya pilih “No” agar tidak kesulitan.
211
Selanjutnya akan di minta untuk memasukkan alamat proxy yang digunakan jika sekiranya menggunakan proxy, dan bila tidak ada sebaiknya di kosongin saja dan langsung pilih Continue atau tekan tombol ENTER dari keyboard.
22
Jika terhubung ke internet installer akan melanjutkan dengan installasi paket-paket tambahan dari lokasi server terdekat sesuai yang pilih.
23
Jika tidak terhubung ke internet installer akan melanjutkan dengan installasi paket-paket tambahan melalui CD installer.
24
Kemudian installer ubuntu akan melakukan beberapa pendeksian dan konfigurasi secara otomatis. Jika pada komputer anda terdapat sistem operasi lain maka installer akan meminta konfirmasi sebelum melakukan installasi boot loader di MBR (Master Boot Record). Sebaiknya anda menginstall grub di MBR. Pilih “Yes” kemudian tekan ENTER untuk installasi Master Boot Record.
25
Proses installasi Grub boot loader sedang berjalan dan tunggu beberapa saat.
261
Jika tidak ada masalah, maka selesailah proses installasi Ubuntu 8.10 Interpid Ibex menggunakan CD Alternate ini.
27
Pilih Continue atau tekan tombol ENTER dari keyboard untuk melakukan reboot dan pastikan sudah mengeluarkan CD Installer Ubuntu 8.10 Interpid Ibex dari drive CD-Rom anda.
Setelah komputer anda restart maka akan muncul proses loading ubuntu sebagai berikut dan tunggu beberapa saat hingga proses selesai.
28
Setelah proses loading selesai maka akan muncul halaman desktop Linux Ubuntu 8.10 Interpid Ibex seperti gambar di bawah ini. Kemudian masukkan username yang sudah di buat pada waktu installasi tadi yaitu administrator kemudian tekan tombol ENTER dari keyboard.
29
Selanjutnya akan di minta memasukkan password milik administrator kemudian tekan tombol ENTER dari keyboard
30
Kemudian untuk melakukan konfigurasi dan installasi paket-paket Billing Hotspot masuk ke menu Terminal atau konsole yaitu dari menu “Application ===> Accessories ==> Terminal”
31
Setelah masuk “Terminal” ketikkan perintah
sudo bash
Kemudian masukkan password root anda
Langkah selanjutnya adalah mengganti IP Address komputer yang tadinya DHCP menjadi IP Static, misal merubah IP Address Komputer anda menjadi 192.168.1.2 maka ketikkan perintah sebagai berikut :
vim /etc/network/interfaces
Maka akan muncul baris seperti berikut :
#The loopbask network interface
auto eth0
iface eth0 inet dhcp
Dirubah menjadi seperti dibawah ini dan ini biasanya digunakan untuk Billing Hotspot integrasi Mikrotik sehingga cukup menggunakan 1 (satu) ethernet card saja.

#auto eth0
#iface eth0 inet dhcp
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
Bila menggunakan Billing Hotspot tanpa mirkotik biasanya harus menggunakan 2 (dua) ethernet card, satu IP Static dan satunya DHCP maka konfigurasinya akan terlihat sebagai berikut :
auto eth0
iface eth0 inet static
address 192.168.1.2
netmask 255.255.255.0
broadcast 192.168.1.255
network 192.168.1.0
gateway 192.168.1.1
auto eth1
iface eth1 inet dhcp
Kemudian simpan konfigurasi tersebut dengan cara mengetikkan perintah :
Tekan tombol Shift : + Esc + x kemudian tekan tombol ENTER dari keyboard.
Setelah itu anda restart network anda dengan mengetikkan perintah :
/etc/init.d/networking restart
Jika perubahan konfigurasi anda benar maka tidak ada muncul pesan error.

Kamis, 17 Februari 2011

Upgrade dan Downgrade Kernel Distribusi GNU/Linux berbasis Ubuntu Secara Offline

Untuk beberapa alasan sebagai pengguna Distribusi GNU/Linux kita membutuhkan update kernel hal ini bisa  dikarenakan untuk masalah security, dukungan terhadap perangkat keras terbaru, ke stabilan system dan perbaikan bug kernel itu sendiri, namun tentunya hal ini akan menjadi sedikit rumit/susah untuk pengguna baru dari system  operasi GNU/Linux , cara mudah dan membosankan untuk mengupdate kernel adalah menunggu kernel terbaru muncul di updatean distribusi GNU/Linux yang kita gunakan,, :D,,, berapa lama nunggunya,,,,?????

Cara yang biasa digunakan adalah cara manual dengan mengunduh kernel terbaru di www.kernel.org , kemudian mengekstrak nya, melakukan konfigurasi kernel baru, lalu melakukan compilasi , install lagi,,,memakan waktu yang cukup lama

Beruntung nya untuk anda yang menggunakan distribusi berbasis GNU/Linux Ubuntu ada cara mudah yaitu dengan cara yang akan saya jelaskan dibawah ini, cara ini juga bisa dilakukan untuk mendowngrade kernel GNU/Linux Ubuntu anda ke versi lama, lohhh ko downgrade,, “*_*,  kernel yang baru tidak menjamin kernel itu relative lebih stabil dan dapat berjalan lebih baik dari kernel sebelumnya, itulah mengapa distribusi GNU/ linux kelas enterprise dan beberapa distribusi GNU/Linux bersikukuh untuk tidak  menggunakan kernel terbaru pada distribusi yang mereka release, sampai betul-betul dinyatakan kernel baru  tersebut layak dan dapat digunakan, tentunya setelah melalui proses uji coba yang panjannggggggg ………>>>>>
Untuk beberapa alasan saya juga terkadang harus melakukan downgrade kernel karena masalah hardware dan software khusus...

Langsung aja begini caranya

Download kernel GNU/Linux ubuntu yang anda ingin gunakan di
http://kernel.ubuntu.com/~kernel-ppa/mainline/   


Sebagai contoh disini saya akan mencoba kernel 2.6.36.1-natty, Karena GNU/Linux Ubuntu yang saya gunakan 32 Bit jadi disini saya harus mendownload 3 buah file yaitu
-linux-headers-2.6.36-02063601_2.6.36-02063601.201011231330_all.deb
-linux-headers-2.6.36-02063601-generic_2.6.36-02063601.201011231330_i386.deb
-linux-image-2.6.36-02063601-generic_2.6.36-02063601.201011231330_i386.deb

Letakkan ketiga buah file yang sebelumnya telah di download ke dalam satu folder

Melalui terminal masuk ke folder tempat meletakkan ketiga file tersebut, install kernel terbaru tersebut dengan perintah
#sudo dpkg  -i *.deb


Tunggu sampai proses penginstallan selesai, kemudia restart, selamat menikmati kernel yang baru,,

Trick: Protecting content with .htaccess files

.htaccess files are very versatile, and can easily become very complex. This document contains enough information to set simple access restrictions/limits on a directory in your web space.
Remember to upload .htaccess files, and .htpasswd files using ASCII mode. This is an option is available in most FTP clients.

Username/Password Protection
This schema will prompt web users to enter a CASE SENSITIVE username/password pair before serving any content within the directory containing the .htaccess file. In the simplest of cases there are two files involved, the .htaccess file, and the password file.
The password file is a text file containing a username and an encrypted password, separated by a colon. You can use one password file for many .htaccess files. The entries can be generated
here.

Password Generation
a) Usage of the command htpasswd
To create and maintain the password file it is possible to use the Linux command htpasswd. You have to make sure that you are using the same path and filename like in your .htaccess File (AuthUserFile).
For example:
htpasswd -c /PFAD/PASSWORTDATEI name1
htpasswd /PFAD/PASSWORTDATEI name2
htpasswd /PFAD/PASSWORTDATEI name3

Remark: option -c creates a new file
b) Password generation "by hand"
Windows users can use several websites to generate passwords. You have the add this password later to the .htpasswd file:
For example:
user1:ON91eDD9iaeC9
user2:DDE1eXB9eaiF4
user3:XB49e784xsgD

Creating .htaccess file
The .htaccess file would be placed in the directory that needs password protection, and would look something like this:
AuthUserFile
/usr/home/lee/htpasswd
- FULL path to the password file. This file doesn't have to be in your public_html.
AuthName "Lee's Secret Area"- This description will appear in the login screen. Multiple words require quotes.
AuthType Basic - Just a line that is required.
<Limit GET POST>- Start of the limit tag. This will set limits on GET's and POST's.
require valid-user- Sets area restrictions such that the user must have a valid login.
</Limit>- End of the limit tag.
If you are using one password file for multiple .htaccess files, and would like certain users to have access to some areas, but not others, you may want to try one of the following:

a) specify the users by using require user userid:

<Limit GET POST>
require user cisco
require user bob
require user tim
</Limit>
b) setup a group file. This requires you to specify AuthGroupFile. You can now require group whatever

.htaccess example
:
AuthUserFile /usr/home/lee/htpasswd
AuthGroupFile /usr/home/lee/htgroup
AuthName "Lee's Secret Area"
AuthType Basic
<Limit GET POST>
require group managers
</Limit>

AuthGroupFile example:
managers: cisco bob tim jeff kari
systems: lee joe cisco
sales: kari tonja

Restricting by IP Address
This only requires the .htaccess file. There are two approaches to restricting by IP address:

a) deny everyone access, then allow certain hosts/IP addresses

AuthName "Lee's Secret Area"
AuthType Basic
<Limit GET POST>
order deny,allow
deny from all
allow from 199.166.210.
allow from .golden.net
allow from proxy.aol.com
allow from fish.wiretap.net
</Limit>

b) allow everyone except for certain hosts/IP addresses

AuthName "Lee's Secret Area"
AuthType Basic
<Limit GET POST>
order allow,deny
allow from all
deny from .microsoft.com
deny from .evil-hackers.org
deny from 24.112.106.235
deny from morphine.wiretap.net
</Limit>

More Examples

Try crunching the above together into one:

a) only managers can view this page from a .golden.net IP address:

htaccess:
AuthUserFile /usr/home/lee/htpasswd
AuthGroupFile /usr/home/lee/htgroup
AuthName "Lee's Secret Area"
AuthType Basic
<Limit GET POST>
order deny,allow
deny from all
allow from .golden.net
require group managers
</Limit>

AuthGroupFile:
managers: cisco bob tim jeff kari
systems: lee joe cisco
sales: kari tonja

b) managers can view this page from anywhere, everyone else must be from a golden.net IP address:

htaccess:
AuthUserFile /usr/home/lee/htpasswd
AuthGroupFile /usr/home/lee/htgroup
AuthName "Lee's Secret Area"
AuthType Basic
Satisfy Any Default is Satisfy ALL
<Limit GET POST>
order deny,allow
deny from all
allow from .golden.net
require group managers
</Limit>

AuthGroupFile:
managers: cisco bob tim jeff kari
systems: lee joe cisco
sales: kari tonja 

 

Selasa, 15 Februari 2011

Command Linux Centos

- ifconfig : untuk melihat alamat baru IP anda dalam Output

- Anda tidak perlu untuk mengkonfigurasi sistem aman, dan biasanya menyebabkan lebih banyak masalah daripada keuntungan (dipikir-pikir setelah Anda melakukan minggu pemecahan masalah karena beberapa layanan tidak bekerja seperti yang diharapkan, dan kemudian Anda mengetahui bahwa semuanya ok, hanya SELinux menyebabkan masalah). Oleh karena itu saya menonaktifkan itu juga (ini adalah suatu keharusan jika Anda ingin menginstal ISPConfig di kemudian hari)

- untuk menjalankannya ketikkan :

system-config-securitylevel



- setelah itu anda ketikan (reboot)

- setelah ng-reboot

- Pertama kita mengimpor kunci GPG untuk paket perangkat lunak :
rpm --import /etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY*

- Sekarang kita menginstal beberapa paket perangkat lunak yang diperlukan nanti :
yum install fetchmail wget bzip2 unzip zip nmap openssl lynx fileutils ncftp gcc gcc-c++

- untuk manjalankannya :
touch /aquota.user /aquota.group
chmod 600 /aquota.*
mount -o remount /
quotacheck -avugm
quotaon -avug

- 9 Instal Server DNS chroot (BIND9) Untuk menginstal BIND9 chroot, kita melakukan ini :
yum install bind-chroot
chmod 755 /var/named/
chmod 775 /var/named/chroot/
chmod 775 /var/named/chroot/var/
chmod 775 /var/named/chroot/var/named/
chmod 775 /var/named/chroot/var/run/
chmod 777 /var/named/chroot/var/run/named/
cd /var/named/chroot/var/named/
ln -s ../../ chroot
cp /usr/share/doc/bind-9.3.4/sample/var/named/named.local /var/named/chroot/var/named/named.local
cp /usr/share/doc/bind-9.3.4/sample/var/named/named.root /var/named/chroot/var/named/named.root
touch /var/named/chroot/etc/named.conf
chkconfig --levels 235 named on
/etc/init.d/named start

- BIND akan berjalan di sebuah penjara chroot di bawah. Saya akan menggunakan ISPConfig untuk mengkonfigurasi BIND (zona, dll).
/var/named/chroot/var/named/

Share - Mencoba Puppy Linux - Small Distro Linux





Mohon jangan hanya dilihat logonya ya :). Ya ini dia salah satu dari beberapa distro linux yang memiliki size yang kecil, file iso nya hanya 130MB saja. Puppy linux ver.5.1 saat ini basisnya diambil dari Ubuntu 10.04 dan juga sudah mendukung driver vga terkini. Tentunya dengan dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan sangat cocok untuk dicoba.

Untuk spesifikasi hardware nya juga tidak banyak memakan resource, cukup dengan processor setara Intel Pentium 3 dan RAM 128MB, distro puppy linux ini sudah dapat berjalan dengan baik. Kalau mau nyaman mungkin bisa menggunakan RAM 256MB.

Puppy linux dapat di download di : http://www.puppylinux.com/download/index.html

Saya mencobanya di VirtualBox dalam OS Ubuntu 10.04. Puppy Linux ini ketika dijalankan dari image CD nya maka dia akan berjalan di RAM yang ada, hanya sekitar 64MB saja kapasitas RAM yang terpakai oleh puppy linux untuk meng-load sistem operasinya. Jadi sudah bisa digunakan tanpa perlu di install dan lebih cepat karena tidak running dari media instalasinya seperti CD maupun USB karena langsung dari RAM.



Pertama kali booting akan disuguhkan dengan bootloader khas milik puppy linux yaitu grub. Ya tidak jauh berbeda dengan ubuntu.



Gambar diatas menunjukan waktu proses pengenalan hardware dan loading OS di RAM



Nah ini dia tampilan pertama kali dari puppy linux. Cara penggunaanya cukup mudah. Dan puppy linux ini bisa di install di hardisk maupun flashdisk.





Puppy linux juga mempunyai paket manager sendiri seperti synaptic di ubuntu, jadi bisa melakukan instalasi program dari paket manager tersebut langsung dari internet. Puppy Linux ini bisa juga memakai repository milik ubuntu.

Jadi bagi yang ingin menggunakan linux dengan spesifikasi hardware yang minimal, puppy linux ini dapat dijadikan salah satu pilihannya. 





Solusi mudah untuk VPN di Linux dengan TeamViewer




Untuk seorang Admin IT terkadang dituntut harus dapat bekerja dari mana saja untuk dapat memanage perangkat komputer atau server yang ada. Apalagi kalau sedang ada gangguan dan posisi kita sedang tidak ada di kantor, sementara perangkat yang mengalami gangguan tersebut hanya bisa diakses oleh jaringan internal kantor saja. Untuk itu diperlukan VPN (Virtual Private Network) sehingga kita dapat masuk kedalam jaringan internal kantor melalui koneksi jaringan dari mana saja.

Solusi VPN ini sudah banyak tersedia, baik yang disediakan oleh ISP maupun berupa software. Saya ingin mengulas sedikit untuk dapat melakukan VPN dengan bantuan software "TeamViewer". Software ini tersedia juga untuk linux dan dapat diunduh disini : http://www.teamviewer.com/download/index.aspx. Software ini gratis selama tidak digunakan untuk keperluan komersial. TeamViewer juga menyediakan versi berbayar yang tentunya dengan feature yang lebih dari versi yang gratis.

Software ini bekerja dengan membuat koneksi pear-to-pear antara 2 buah host / client. Sehingga kita tinggal install di satu komputer dalam jaringan internal yang mau kita remote, dan satunya lagi di install pada komputer yang akan melakukan remote.

Saya menggunakan Linux Ubuntu 10.10 dan target yang akan saya remote adalah PC dengan OS Windows.
Untuk instalasi di ubuntu tinggal ketik di terminal :

$ sudo dkpg -i teamviewer_linux.deb

Setelah selesai di install tinggal kita jalankan saja dari menu di Ubuntu : Aplication - Internet - TeamViewer



Setiap software TeamViewer ini dijalankan maka akan memiliki ID tetap yang unik untuk setiap 1 komputer. dan juga akan melakukan generate passwword yang berubah-ubah setiap kali dijalankan. Nah disebelah kanannya ada menu untuk melakukan remote ke ID TeamViewer yang sudah kita install di komputer yang akan kita remote. Tinggal masukan saja ID lawan beserta passwordnya kemudian klik "connect to partner"



Dari sisi security software ini terbilang rentan karena kemudahannya untuk digunakan. Jika kita tidak ingin mengijinkan software ini running di jaringan internal, mungkin kita dapat memblokir port dan domain nya dari sisi firewal yang digunakan.


 
blogger templates